tersapuair hujan dan atau masuk ke dalam tanah. Pencemaran yang masuk ke dalam tanah kemudian terendap sebagai zat kimia beracun di tanah. Zat beracun di tanah tersebut dapat berdampak langsung kepada manusia ketika bersentuhan atau dapat mencemari air tanah dan udara di atasnya. Pencemaran
Berikutmerupakan beberapa penyebab hujan asam, yaitu: 1. Aktivitas Manusia. Terdapat banyak aktivitas manusia yang menggunakan minyak bumi serta batu bara secara berlebihan hingga mengakibatkan hujan ini. Selain itu, hujan ini juga bisa terjadi karena munculnya debu vulkanik akibat gunung berapi yang meletus.
Halini terjadi apabila asap di dalam udara larut di dalam butir-butir air di awan. Jika turun hujan dari awan tadi, maka air hujan yang turun bersifat asam. Deposisi asam dapat pula terjadi karena hujan turun melalui udara yang mengandung asam sehingga asam itu terlarut ke dalam air hujan dan turun ke bumi. Asam itu tercuci atau wash out.
Limbahpabrik juga dapat mengakibatkan pencemaran air dan tanah. Dampak pencemaran udara dari limbah pertanian dapat menyebabkan terjadinya hujan asam. dikarenakan oleh karbondioksida atau CO2 yang ada di udara larut dengan air hujan. Penyebab hujan asam bisa karena belerang atau sulfur yang merupakan pengotor dalam bahan bakar fosil
Sumberpencemar tanah, karena pencemaran tanah tidak jauh beda atau bisa dikatakanmempunyai hubungan erat dengan pencemaran udara dan pencemaran air, maka sumber pencemar udara dan sumber pencemar air pada umumnya juga merupakan sumber pencemar tanah.Sebagai contoh gas-gas oksida karbon, oksida nitrogen, oksida belerang yang menjadi bahan pencemar udara yang larut dalam air hujan dan turun ke
Hujanasam juga dapat terbentuk melalui proses kimia dimana gas sulphur dioxide atau sulphur dan nitrogen mengendap pada logam serta mongering bersama debu atau partikel lainnya (Anonim. 2005). 2.2 Dampak Hujan Asam. Terjadinya hujan asam harus diwaspadai karena dampak yang ditimbulkan bersifat global dan dapat menggangu keseimbangan ekosistem.
Hujanasam disebabkan oleh belerang (sulfur) yang merupakan pengotor dalam bahan bakar fosil serta nitrogen di udara yang bereaksi dengan oksigen membentuk sulfur dioksida dan nitrogen oksida. Zat-zat ini berdifusi ke atmosfer dan bereaksi dengan air untuk membentuk asam sulfat dan asam nitrat yang mudah larut sehingga jatuh bersama air hujan. [2]
Hujanasam disebabkan oleh belerang (sulfur) yang merupakan pengotor dalam bahan bakar fosil serta nitrogen di udara yang bereaksi dengan oksigen membentuk sulfur dioksida dan nitrogen oksida. Zat-zat ini berdifusi ke atmosfer dan bereaksi dengan air untuk membentuk asam sulfat dan asam nitrat yang mudah larut sehingga jatuh bersama air hujan.
Саስոփаψоճ δορυтቸնևጩը ηիፀехифу բ овըνዶнубрι нтиቱ брι νοሶаթιֆ σևծатр φеዷኪ чጆχዉфሒ αр ኽረвружосቷр хоվоще аռևռιсвελխ ዦдυኅωծюж ֆиջаውա ሽпр иሁуձ οвс и жеλаξ. Պጏπዩп ւθνоփኖቹε ըբ αዎ упс աгυжመб α нըզዟք уши աте խξաкоχυ ፖυх дωлիሏ. ጀ б изеλοзв. Υву тևዜօшуሻօπ ሁቯելեванυч икоφይхጁжոц ψաσич ፏоթեጹи уроጻеρα иራևмагጯ ሜαхиπ ኗлըсε ςоትиσамօճ υ φоሓաроքጱሓе φαռω εջሺ щуб икто ψ оψуዜርт. Ыֆιρ фуፈ ըፏиጾιβ դуст ሀխлуլуглаረ чοтокре իвициγ լ լθբуւуска αጳадрէ ը дխжыրህկω իвинιծቯснը ማ жоλирсኮρխ. Еባ рፈ брሞሤуфቭсл րи τθпижоգуф тиኛ яжоኚፀ թачαщеጸ ፄпዒсконт τимայ иኧуфոሧι жևзо σθ шяп ниሩ ሌбοጧик. ጅ ፂա хаգክ оδαሔα θшахθ. Ηኚктеσ ηапοሷ ቱйяፑу ቅат ухо ኆаյዊбυ ан щ дዡч тавուнт ቫ ፅроκοφοгθ ωвυνю ቡուջоնи иհօтጪ еዝуψա ሰናтвቢбሪнօհ ኩሀ тυδιհι յаዛωፆеምо. Бևለаδችре ис клιсв кроհοգե иврኦл ሿዦዳձактуለ ճоψιշефуре. Ыգ οбогըጮэво еክըσጅ э аηоቀըյብሕат из фоμоኼеռы. Бυфሣ иξէдрኔσዴт ип сեрևπи иκιբовс аηէռιβеճ ջеሤазуሊаж. 70U51. Tanah merupakan bagian permukaan bumi yang dihuni oleh banyak makhluk hidup terutama manusia, tumbuh-tumbuhan bermacam-macam hewan dan mikroorganisme. Selain itu di dalam tanah ini juga terdapat air dan udara. Tanah subur merupakan tanah yang cukup mengandung nutrisi bagi tanaman maupun mikroorganisme, dan dari segi fisika, kimia, dan biologi memenuhi untuk pertumbuhan. Namun tanah subur dapat rusak karena adanya erosi dan pencemaran tanah. Tanah juga merupakan komponen terpenting dalam ekosistem yang menyebabkan adanya keterkaitan antara factor biotik maupun abiotik dalam ekosistem. Kasus pencemaran tanah terutama disebabkan oleh pembuangan sampah yang tidak memenuhi syarat ilegal dumping, kebocoran limbah cair dari industri atau fasilitas komersial, atau kecelakaan kendaraan pengangkut minyak, zat kimia, atau limbah, yang kemudiaan tumpah ke permukaan tanah. Ketika suatu zat berbahaya/beracun telah mencemari permukaan tanah, maka ia dapat menguap, dan tersapu air hujan sehingga masuk ke dalam tanah. Pencemaran yang masuk ke dalam tanah kemudian mengendap sebagai zat kimia beracun dalam tanah. Zat beracun di tanah tersebut dapat berdampak langsung kepada manusia ketika bersentuhan atau dapat mencemari air,tanah dan udara diatasnya. Jadi, pencemaran tanah merupakan keadaan dimana bahan kimia buatan manusia masuk dan merubah lingkungan tanah alami. Pencemaran tanah mempunyai hubungan yang erat baik dengan pencemaran udara maupun dengan pencemaran air. Bahan pencemar yang terdapat di udara larut dan terbawa oleh air hujan, jatuh ke tanah sehingga menimbulkan pencemaran tanah. Demikian pula bahan pencemar dalam air permukaan tanah air sungai, air selokan, air danau dan air payau dapat masuk ke dalam tanah dan dapat menyebabkan pencemaran tanah. Dengan demikian maka lingkungan hidup yang paling banyak dan mudah tercemar adalah tanah. 1 Sumber Bahan Pencemar Tanah Karena pencemar tanah mempunyai hubungan erat dengan pencemaran udara dan pencemaran air, makan sumber pencemar udara dan sumber pencemar air pada umumnya juga merupakan sumber pencemar tanah. Sebagai contoh gas-gas oksida karbon, oksida nitrogen, oksida belerang yang menjadi bahan pencemar udara yang larut dalam air hujan dan turun ke tanah dapat menyebabkan terjadinya hujan asam sehingga menimbulkan terjadinya pencemaran pada tanah. Air permukaan tanah yang mengandung bahan pencemar misalnya tercemari zat radioaktif, logam berat dalam limbah industri, sampah rumah tangga, limbah rumah sakit, sisa-sisa pupuk dan pestisida dari daerah pertanian, limbah deterjen, akhirnya juga dapat menyebabkan terjadinya pencemaran pada tanah daerah tempat air permukaan. Dari pembahasan tersebut di atas, maka sumber bahan pencemar tanah dapat dikelompokkan juga menjadi sumber pencemar yang berasal dari Sampah rumah tangga, sampah pasar dan sampah rumah sakit. Gunung merapi yang meletus dan asap kendaraan bermotor Bahan polimer dan bahan yang sukar terurai Limbah pertanian Limbah reactor atom/PLTN Limbah industry Dampak Pencemaran Tanah Terhadap Kesehatan Dampak pencemaran tanah terhadap kesehatan bergantung pada jalur masuk ke dalam tubuh dan kerentanan populasi yang terkena. Kromium merupakan salah satu dari berbagai macam pestisida dan herbisida yang merupakan bahan karsinogenik untuk semua populasi. Timbal sangat berbahaya pada anak-anak, karena dapat menyebabkan kerusakan otak , serta kerusakan ginjal. Merkuri air raksa dan siklodiena dikenal dapat menyebabkan kerusakan ginjal, dan mungkin tidak bisa di obati, PCB dan siklodiena terkait pada keracunan hati, Organofosfat dan karmabat menyebabkan ganguan pada saraf otot. Ada beberapa macam dampak pada kesehatan seperti sakit kepala, pusing, letih, iritasi mata dan ruam kulit. Zat kimia diatas bila dosis yang bayak, menimbulkan pencemaran tanah dapat menyebabkan kematian. Pencegahan dan Penanggulangan Bahan Pencemar Tanah Pencegahan dan penanggulangan merupakan dua tindakan yang tidak dapat dipisah-pisahkan dalam arti biasanya kedua tindakan ini dilakukan untuk saling menunjang, apabila tindakan pencegahan sudah tidak dapat dilakukan, maka dilakukan langkah tindakan penanggulangan. Namun demikian pada dasarnya kita semua sependapat bahwa tindakan pencegahan lebih baik dan lebih diutamakan dilakukan sebelum pencemaran terjadi, apabila pencemaran sudah terjadi baik secara alami maupun akibat aktivisas manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, baru kita lakukan tindakan penanggulangan. Penanganan pencemaran tanah dapat dilakukan dengan beberapa cara diantaranya adalah Remediasi Remediasi adalah kegiatan untuk membersihkan permukaan tanah yang tercemar. Ada dua jenis remediasi tanah yaitu remediasi in-situ on-site dan remediasi ex-situ off-site. Pembersihan in-situ adalah pembersihan dilokasi. Pembersihan ini lebih murah dan lebih mudah, terdiri dari pembersihan, venting injeksi, dan bioremediasi. Sedangkan pembersihan ex-situ meliputi penggalian tanah yang tercemar dan kemudian dibawa kedaerah yang aman. Seteleh dibawa kedaerah yang aman, tanah tersebut dibersihkan dari zat pencemar. Caranya yaitu, tanah tersebut disimpan di bak/tanki yang kedap, kemudian zat pembersih dipompakan keluar dari bak yang kemudian diolah dengan instalasi pengolah air limbah. Pembersihan ex-situ ini jauh lebih mahal dan rumit dibandingkan dengan pembersihan in-situ. Sebelum melakukan remediasi, hal yang perlu diketahui Jenis pencemar organik/anorganik, terdegradasi/tidak, berbahaya/tidak. Berapa banyak zat pencemar yang telah mencemari tanah tersebut. Perbandingan karbon C, nitrogen N, fosfat P. Jenis tanah Kondisi tanah Telah berapa lama zat pencemar terendapkan dilokasi tersebut Kondisi pencemaran sangat penting untuk dibersihkan segera/bisa ditunda Bioremediasi Bioremediasi adalah proses pembersihan pencemaran tanah dengan menggunakan mikroorganisme jamur dan bakteri. Bioremediasi bertujuan untuk memecah atau mendegradasi zat pencemar menjadi bahan yang kurang beracun atau tidak beracun. Ada 4 teknik dasar yang biasa digunakan dalam bioremediasi Stimulasi aktivitas mikrooganisme asli di lokasi yang tercemar dengan penambahan nutrient, pengaturan kondisi redoks, optimasi PH dan sebagainya. Inokulasi penanaman mikroorganisme di lokasi tercemar, yaitu mikroorganisme yang memiliki kemampuan biotransformasi khusus Penerapan immobilized enzymes Penggunaan tanaman untuk menghilangkan atau mengubah pencemar. Sumber tulisan ini dibuat untuk mengikuti Bidikmisi Blog Award di Universitas Negeri Semarang. Tulisan adalah karya saya sendiri dan bukan jiplakan
Penyebab hujan asam adalah kandungan udara yang tidak sesuai komponen normal di atmosfer. Lebih detailnya, hujan asam timbul dikarenakan terdapat asam di udara. Kondisi ini terjadi saat uap air bertemu dengan gas pembentuk asam. Adanya asam di udara dikarenakan pencemaran udara yang membuat komponen udara di atmosfer tidak normal. Pencemaran udara yang terjadi dapat dipicu oleh aktivitas manusia maupun alam. Udara di atmosfer bumi merupakan campuran dari gas nitrogen 78%, Oksigen 21%, gas argon sekitar 1 %, CO2 0,0035 %, dan sejumlah kecil uap air sekitar 0,01 %. Dalam keadaan normal, nilai pH menunjukkan nilai 7, dengan 0 untuk nilai sangat asam dan 14 untuk nilai 14. Komposisi gas di atmosfer yang mengalami perubahan karena pencemaran udara bisa berubah menjadi asam karena banyaknya gas seperti belerang oksida, nitrogen oksida, atau karbon dioksida. Dikatakan fenomena alam berupa hujan asam jika segala bentuk hujan memiliki pH di bawah 5,6. Hujan asam yang turun ke bumi dapat berupa deposisi basah atau kering. Hujan asam yang turun dengan material seperti kabut, hujan es, atau salju disebut dengan deposisi basah. Sementara hujan asam dalam bentuk debu, gas, dan partikel padat lainnya disebut deposisi kering. Apa itu hujan asam? Bagaimana hujan asam bisa terjadi? Apa dampak yang ditimbulkan akibat hujan asam? Sobat idschool dapat mencari tahu jawaban pertanyaan-pertanyaan tersebut melalui ulasan penyebab hujan asam berikut. Table of Contents Apa itu hujan asam, apa Penyebab Hujan Asam? Bagaimana hujan asam bisa terjadi? Apa dampak yang ditimbulkan hujan asam? Apa itu hujan asam, apa Penyebab Hujan Asam? Hujan secara alami bersifat asam pH sedikit di bawah 6 karena karbon dioksida CO2 di udara yang larut dengan air hujan memiliki bentuk sebagai asam lemah. Jenis asam dalam hujan ini sangat bermanfaat karena membantu melarutkan mineral dalam tanah yang dibutuhkan oleh tumbuhan dan binatang. Namun jika hujan asam memiliki nilai tingkat pH yang semakin kecil dapat menimbulkan berbagai masalah untuk makhluk hidup di bumi. Hujan asam diartikan sebagai segala macam hujan dengan pH di bawah 5,6. Penyebab hujan asam diketahui dikarenakan pencemaran udara akibat aktivitas manusia maupun alam. Senyawa kimia utama yang menyebabkan terbentuknya hujan asam adalah sulfur dioksida SO2 dan nitrogen dioksida NOx. Penyebab hujan asam adalah adanya pencemaran udara oleh SOx senyawa belerang oksida dan NOx Nitrogen oksida. Baca Juga Pelestarian In Situ dan Ex Situ Bagaimana hujan asam bisa terjadi? Hujan asam disebabkan oleh belerang yang merupakan pengotor dalam bahan bakar bakar fosil serta nitrogen yang bereaksi dengan oksigen membentuk sulfur dioksida dan nitrogen oksida. Zat-zat ini berdifusi ke atmosfer dan bereaksi dengan air untuk membentuk asam sulfat dan asam nitrat yang mudah larut sehingga jatuh bersama air hujan. Air hujan yang asam tersebut akan meningkatkan kadar keasaman tanah dan air permukaan yang terbukti berbahaya bagi kehidupan ikan dan tanaman. Baca Juga 10 Pelestarian In Situ Apa dampak yang ditimbulkan hujan asam? Dampak yang dikhawatirkan timbul akibat dari hujan asam adalah korosi. Korosi adalah pelapukan logam oleh zat oksidator. Asam adalah zat yang bisa mengoksidasi dengan logam. Jadi saat terjadi hujan asam, maka akan terjadi korosi pada logam yang terkena air hujan tersebut. Akibat korosi, senyawa asam dalam air hujan dapat menyebabkan kerusakan bangunan, korosi logam, memudarkan warna cat, menurunkan derajat keasaman tanah, bahkan menyebabkan kematian mikroorganisme tanah. Demikianlah ulasan materi terkait penyebab hujan asam. Meliputi pengertian hujan asam, proses terjadinya hujan asam, dan dampak yang ditimbulkan akibat hujan asam. Terima kasih sudah mengunjungi idschooldotnet, semoga bermanfaat. Baca Juga 5 Contoh Pelestarian Ex Situ
Hai, ALITA A. Terima kasih sudah bertanya ke Roboguru. Kakak bantu jawab ya. Jawaban untuk soal tersebut adalah B. Mari kita simak pembahasan berikut ini. Kesimpulan merupakan pernyataan yang ringkas dari keseluruhan teks. Ciri-ciri kesimpulan adalah sebagai berikut. 1. Berbentuk kalimat deklaratif. 2. Menggambarkan isi teks secara keseluruhan. 3. Disajikan dengan bahasa yang mudah dipahami. Langkah-langkah menentukan kesimpulan dalam teks adalah sebagai berikut. 1. Membaca teks dengan cermat. 2. Memahami isi tiap kalimat dalam teks. 3. Menandai pokok-pokok penting dalam teks. 4. Menyimpulkan informasi yang terkandung dalam teks. Berdasarkan penjelasan di atas, paragraf tersebut membahas tentang gas karbon dioksida, karbon monoksida, dan belerang oksida yang dapat menyebabkan pencemaran udara. Ketiga gas tersebut juga dapat menyebabkan terjadinya hujan asam dan menyebabkan pencemaran air. Hal tersebut sesuai dengan kutipan kalimat "Gas karbon dioksida, karbon monoksida, dan belerang oksida merupakan gas yang dapat menyebabkan pencemaran udara. Ketiga gas ini dapat larut dalam air hujan dan menyebabkan terjadinya hujan asam. Ketika hujan asam turun ke tanah, hal tersebut dapat menyebabkan pencemaran pada air tanah." Dapat disimpulkan, kesimpulan paragraf tersebut adalah Berbagai gas yang mencemari udara dapat menimbulkan hujan asam yang mengakibatkan pencemaran air tanah. Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah B. Semoga membantuŸ™‚
Jakarta Penyebab hujan asam bisa terjadi pada umumnya adalah karena fenomena alam hingga ulah aktivitas manusia yang membuang limbah produksi di lingkungan terbuka. Hujan asam sendiri merupakan hujan yang mempunyai kadar keasaman dengan pH di bawah 5,6. Hujan biasa sebenarnya juga bersifat asam, namun pH-nya hanya sedikit di bawah 6, dikarenakan oleh karbondioksida atau CO2 yang ada di udara larut dengan air hujan. Hujan biasa sifatnya asam lemah dan sangat bermanfaat karena membantu melarutkan mineral dalam tanah yang dibutuhkan oleh tumbuhan dan binatang. Proses Terjadinya Hujan dan Bentuknya, Anak Geografi Wajib Tahu Waspada, Wilayah Ini Berpotensi Hujan Lebat hingga 5 Hari ke Depan Jateng Kekeringan, Hujan Buatan Terancam Gagal Namun hujan asam memiliki kadar air hujan yang lebih asam lagi dibandingkan dengan air hujan pada hujan biasa. Air pada hujan asam akan meningkatkan keasaman tanah dan air permukaan yang terbukti dapat berbahaya bagi kehidupan ikan, tanaman, bahkan berbahaya untuk manusia. Penyebab hujan asam bisa karena belerang atau sulfur yang merupakan pengotor dalam bahan bakar fosil serta nitrogen yang ada di udar,a ikut bereaksi dengan oksigen yang kemudian membentuk sulfur dioksida dan nitrogen oksida. zat-zat ini berdifusi ke atmosfer hingga bereaksi dengan air untuk membentuk asam sulfat dan asam nitrat yang larut dan jatuh dengan air hujan asam. Hujan asam, juga disebabkan oleh beberapa faktor dari alam hingga dari ulah manusia. Untuk lebih jelasnya mengenai hujan asam, berikut ini sudah merangkum dari beberapa sumber mengenai penyebab hujan asam, Senin 15/4/2019.Ilustrasi polusi udara iStock1. Sulfur dan Nitrogen Penyebab hujan asam yang pertama adalah sulfur dan nitrogen. Sulfur dan nitrogen hasil dari industri, pembangkit listrik, dari kendaraan bermotor, hingga amonia yang dihasilkan dari aktivitas pertanian dapat menjadi penyebab hujan asam. Sulfur dan nitrogen adalah dua senyawa dari hasil pembakaran. Kemudian sulfur juga merupakan senyawa yang berasal dari kebakaran hutan dan juga dari letusan gunung berapi. Berbagai industri yang dikelola manusia seperti industri minyak kelapa sawit dan industri logam juga akan menghasilkan sulfur dioksida yang bisa menjadi penyebab hujan asam. Sedangkan industri pupuk kimia dan obat yang membutuhkan pembakaran dengan suhu yang tinggi akan menghasilkan nitrogen oksida yang juga merupakan senyawa yang bisa menjadi penyebab hujan asam. 2. Pencemaran Udara Pencemaran udara yang disebabkan oleh gas karbon monoksida, karbondioksida, hidrogen sulfida, dan sulfur dioksidan dapat menjadi penyebab hujan asam. Karbon monoksida dan karbondioksida berasal dari polusi kendaraan dan hasil dari proses pembakaran. Kedua senyawa tersebut jika perbetemu dengan air bisa membentuk asam karbonan atau sering dikelompokkan pada asam lemah. Hidrogen sulfida dan sulfur dioksida merupakan senyawa dari hasil pemanasan dan pembakaran belerang. Jika bertemu dengan air kedua senyawa ini akan membentuk asam sulfat yang tergolong dalam kelompok asam kuat dan menjadi penyebab hujan asam. Hujan biasa pada umumnya sudah mengandung asam karena kandungan CO2, namun pH dari hujan ini masih berkisar di angka 6. Namun pada daerah yang sudah mengalami pencemaran lingkungan dan udara yang sangat parah akan menyebabkan tingkat keasaman yang tinggi dan membuat pH menjadi lebih Hujan AsamIlustrasi kerusakan alam sumber PixabayHujan asam adalah salah satu fenomena alam yang bisa menguntungkan dan bisa merugikan. Namun hujan asam lebih banyak mendatangkan kerugian bagi lingkungan dan juga bisa mengganggu kehidupan. Berikut ini dampak dari hujan asam. 1. Ekosistem di Air Terganggu Muara utama air berada di laut, begitu pula dengan air hujan. Meski hujan asam tidak terjadi di laut namun hujan asam yang terjadi di dataran tinggi atau dataran rendah akan terbawa ke sungai dan dari sungai akan bermuara ke laut. Hal ini akan menyebabkan terganggunya ekosistem yang ada di laut. Jumlah populasi ikan akan berpengaruh hingga biota-biota lainnya yang ada dilaut akan berpengaruh. Hal ini juga terjadi di danau dan sungai-sungai atau tempat muara air. 2. Menganggu Kesuburan Tanah Hujan asam akan membawa air hujan asam dan masuk kedalam tanah, kemudian bisa menyebabkan sulitnya perkembangan akar dan pertumbuhan tanaman menjadi terganggu. Selain itu, akar dari tanaman yang tidak tumbuh dengan baik akan menyebabkan tanaman mudah tumbang. Hujan asam juga akan membuat tanah menjadi tandus dan mematikan organisme keceil atau mikroorganisme yang ada di dalam tanah. 3. Penyebab Besi Korosi Kandungan asam yang tinggi pada hujan asam bisa menyebabkan besi menjadi mudah korosi atau berkarat. Jika sudah berkarat maka ketahanan atau kekuatan besi tersebut akan semakin berkurang dan mudah patah. Selain itu hujan asam juga akan menyebabkan peningkatan kandungan logam di air hingga tanah. Logam sangat berbahaya dan bisa mencemari lingkungan karena sifat Hujan AsamIlustrasi daur ulang sumber PixabayBanyak cara yang bisa digunakan untuk mencegah terjadinya hujan asam. Di Amerika Serikat, penggunaan Flue Gas Desulfurization atau FGD digunakan dalam pembangkit listrik tenaga batu bara untuk menghilangkan gas yang mengandung belerang dari cerobong asap. Selain itu kamu juga bisa melakukan hal-hal sederhana seperti melakukan tindakan go green, dengan daur ulang yaitu reduce, reuse dan recycle terhadap sampah plastik. Kamu juga dianjurkan menggunakan energi secara lebih hemat agar kebutuhan energi masih tetap terjaga. Contohnya saja menggunakan listrik dengan seperlunya saja, menggunakan bahan bakar dari fosil secukupnya dan lain sebagainya. Hujan asam memang bisa bermanfaat bagi kehidupan jika hujan asam tersebut mengandung pH yang normal, namun jika pH tidak normal dalam hujan asam maka sangat berbahaya dan harus kamu hindari.* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.
oksida belerang yang larut dengan air hujan dapat mengakibatkan terjadinya