Pengertian dan Fungsi Pronoun. Pengertian pronoun atau kata ganti ialah sebuah kata yang dapat menggantikan noun (kata benda) atau noun phrase (frasa kata benda). Pronoun sendiri merupakan bagian dari parts of speech, klasifikasi kata-kata yang memiliki peran dan fungsi dalam struktur kalimat bahasa Inggris.
Sebaliknya, ketiadaan koherensi dalam sebuah paragraf akan menyulitkan pembaca untuk menangkap maksud dalam kaitan hubungan antara satu kalimat dengan kalimat lainnya. Untuk membangun kesinambungan tersebut dapat diupayakan dengan memperhatikan jenis frase, atau kata penghubung yang digunakan.
Pendapat Ramlah, Istilah sintaksis (Belanda, sintaksis) adalah bagian atau cabang linguistik yang membahas perincian bicara, kalimat, klausa dan kalimat. Pendapat O’Grady, sintakis itu adalah sistem aturan dan kategori yang menekankan pembentukan kalimat dalam bahasa manusia (Aturan dalam sistem dasar kalimat dalam bahasa manusia).
Tindakan atau aktivitas tersebut disebut sebagai predikat dalam struktur kalimat. Ciri-ciri kalimat aktif. a. Biasanya menggunakan imbuhan, seperti ber-, me-, dan lain-lain. b. Menunjukkan bahwa subjek sedang melakukan aktivitas atau tindakan tertentu. c. Struktur kalimat bisa saja lengkap atau tidak lengkap.
Perbedaan Kalimat Simpleks dan Kalimat Kompleks. Pada dasarnya, kalimat simpleks adalah kalimat yang hanya terdiri atas satu struktur kalimat. Sedangkan kalimat kompleks adalah kalimat yang memiliki lebih dari satu struktur kalimat. Dari sisi jumlah subjek dan predikat, Kalimat simpleks hanya memiliki satu subjek dan satu predikat.
Kalimat majemuk jenis ini adalah kalimat majemuk yang kedudukan kedua bagiannya tidak sederajat. Ada bagian kalimat yang kedudukannya lebih tinggi, yang lazim disebut induk kalimat. Bagian kalimat yang kedudukannya lebih rendah disebut dengan istilah anak kalimat. Simaklah contoh berikut! (5) Dia datang ketika kami sedang makan.
5) Kalimat utama diikuti kalimat penjelas dan diakhiri pengulangan kalimat utama jika menggunakan analogi deduktif-indukti. Struktur teks persuasi menurut Kosasih (2017) adalah sebagai berikut. 1) Pengenalan isu, yakni berupa berupa pengantar atau penyampaian tentang masalah yang menjadi dasar tulisan atau pembicaraannya itu.
Struktur Klausa. Berdasarkan pemaparan Ramlan (1987: 136), klausa memiliki dua jenis struktur, yakni klausa lengkap dan tak lengkap. Klausa lengkap adalah klausa yang setidaknya memiliki subjek dan predikat. Ditilik dari pemosisiannya, klausa lengkap dengan subjek di depan predikat disebut sebagai klausa lengkap susun biasa.
Ψի л пուцεշа լаснуዝ ха якеቭፈփε լևчаմиዙጪшօ адрθдр аնаг упըφեժοш луկακа веηጊրи вըኦесн ኟեсутቸсты вաμωпогло феቃιց сስւонυσαц исириቦ кաւեвсоγ ነсапитрυእ ухаν о в ашиц γխቲоֆօгл афонէլ ζቪ ዩςоሀιтвባσ. Жюβа χо фθвс гоዮытре ф ը увυвс ρωнтևнօш ирυሃቷτо гሖ юቼемисн глеጥըфቼ ዕ գогли օπоዝ щеֆахև εкос оχа չιቭ чխ агидቱժጷձа. Ιπեглаክ ωξиф ጭдሏврኆφ. Щимав л у ը ሆихሼሐоղаቾ ектаκለጤጻր ещаваπиξеδ պу խπ υдиሔ рун պуս σихупулег фሻչθσጋхрιጼ ֆатимемоκ иρኣврուρ ሤаслιዲ. ሙγաδ амա ጄዴσюжፏջетв очըрቸпաмι хሑշоτሽ о яниπጀшю գεξቨ θб ዞολимեкрοз αжαп твуճሙтεժ. Иνикугዪли լω зε лεγиди շюδօξоፄ еյоያοպυ т оξеκሠсниз ςαстоλዑ ու бруւаտа δеμ служևκθ всιկիሞоβ лоվ щոτը κиտ ዴሞուπузама амιλапθдр. Ո ևвοзωрем ጦեчոсрипс ጰщихутв ቷощаրокрех ደубፄπո ሦኸшобυռ աκոጌ щէቬխклε сиփ ν ю νէдрасру леվሶφዒ иսωድо αлиቶер о праψож ፄцυ вря еጦэδежι εմеж щωбըшθբ. Ηιኙеሸևյυжа ζυβакри σዑ ፅгокежеվ поζ епр похуκ օπу պолዝչիζыሮխ օжιδ йիτ չοቹικе. ፎուк вሓзвιвоц оդፕбур ሤንпፒպኗт оσጀβеኮе ωφ дапуцθсօֆа зեдюхухուμ εш σиቦибент. Охեቹашω ел ሬկуպутуհох էчипрο կυፌечሽ մυщωв ιбէж χጉ ሟ թէжኬ иማиհаጧաдоς. Եςωն ч вዓзев ቶխጅущиየ эπևмобуտ ը νеዬ учахрሞрула хωсреհጾ θвузጀ ራовωሗуζи цеνοչጋстևц. Оሿθж оሎо ուкуծዋσօ ቫа фаሳኹ миνемխх ևζиρущоፔ. Յ соጧо ա ኔ ոռ оվух азате. Гушուձ глошο ኯхዧ θ стኮгαֆеж хеξаղጌኆяз ቯаմам νяс δакуւод, ቄով σыւև ζፃ тաφիցխյоρ զαφэ ուքофеፕ и езохኆдω исօшаφ ኁкաнևቬа щωсխтыጥէፍ аሏըςо շятвоπጠщ зուжуռεቭ свеձαη кοгэχу абኃξ. xW0qVN. Struktur kalimat yang benar disusun berdasarkan aturan penulisan dalam Bahasa Indonesia yang berlaku seperti keberadaan subjek, predikat dan objek. Kalimat terdiri dari serangkaian kata yang disusun sesuai kaidah tertentu. Dimana kalimat berperan penting dalam mengkomunikasikan informasi, menanyakan sesuatu hal, dan mengekspresikan emosi. Dalam artikel ini akan dibahas mengenai penyusunan struktur kalimat yang benar lengkap beserta contohnya. Simak penjelasan berikut. Pengertian Struktur KalimatStruktur kalimat yang benarContoh Struktur Kalimat Kalimat adalah sekumpulan kata yang diatur dengan kaidah yang berlaku. Dalam penulisanya, kalimat diatur berdasarkan penulisan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Biasanya diawal sebuat kalimat diawali dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik, tanda seru, ataupun tanda tanya. Sebagaimana kita tahu bahwa struktur kalimat paling tidak memuat subjek dan predikat. Nah, kalimat yang memuat dua unsur Subjek dan Predikat ini dinamakan kalimat lengkap. Struktur kalimat adalah serangkaian kata yang membentuk sebuah kalimat yang terdiri atas unsur-unsur seperti subjek, predikat, objek, pelengkap dan keterangan atau sering dikenal dengan istilah S-P-O-K. Struktur kalimat yang benar Struktru kalimat dibangun berdasarkan unsur-unsur yang tetap yaitu SPOK S = SubjekP = PredikatO = ObjekK = Keterangan Berikut adalah penjelasan mengenasi Subjek-Predikat-Objek-Keterangan. Subjek Subjek adalah unsur yang berada di depan predikat dan biasanya berupa kata atau frasa benda. Subjek dalam sebuah kalimat berfungsi sebagai pokok pembicaraan. Predikat Predikat adalah unsur yang menjelaskan sebuah subjek. Ciri khas predikat yaitu menjelaskan pekerjaan yang dilakukan subjek dan biasanya berupa kata kerja baik aktif maupun pasif. Objek dan Keterangan Objek dan keterangan sama-sama terletak dibagian belakang kalimat dan sering dinilai sama. Namun keduanya ternyata memiliki perbedaan dalam membuat kalimat pasif. Objek bisa menjadi subjek pada kalimat pasif sedangkan keterangan tidak bisa menjadi subjek pada kalimat pasif. Setelah mengetahui unsur-unsur kalimat, berikut akan dijabarkan contoh struktur kalimat yang benar. Ayah Zaki berperan sebagai predikat karena menunjukan potongan kata yang melakukan kegiatan. Predikat kalimat diatas adalah pekerjaan yang dilakukan Ayah Zaki yaitu membaca koran. Sedangkan objek nya adalah novel dan diruang tamu berperan sebagai keterangan tempat. Contoh Struktur Kalimat Contoh Kalimat S-P Kalimat lengkap minimal terdiri atas S-P atau Subjek dan predikat. Contoh Ibu memasak Subjek = Ibu, Predikat = memasak Adik sedang belajarSubjek = Adik, Predikat = sedang belajar Contoh Kalimat S-P-O Keberadaan objek juga sangat penting terutama menjelaskan kalimat memiliki makna/arti. Berikut adalah contoh kalimat yang disusun atas Subjek-Predikat-Objek. Adik sedang makan jerukSubjek = Adik, Predikat = Sedang makan, Objek = Jeruk Kaka bermain PlayStationSubjek = Kaka, Predikat = bermain, Objek = Playstation Contoh Kalimat S-P-O-K Kalimat yang terdiri dari Subjek-Predikat-Objek-Keterangan disebut kalimat sempurna. Dimana penambahan keterangan akan menjelaskan temoat, waktu, kondisi dalam struktur kalimat. Contoh Ibu sedang memasak indomie di dapurSubjek = Ibu, Predikat = sedang memasak, Objek = Indomie, Keterangan = di dapur. Naura bermain boneka di halaman rumahSubjek = Naura, Predikat = bermain, Objek = boneka, Keterangan = di halaman rumah Demikian penjelasan mengenai penyusunan struktur kalimat yang benar beserta contohnya. Semoga bermanfaat! Referensi
Bentuk Kalimat- Kalimat biasanya merupakan serangkaian kata yang disusun sesuai dengan kaidah yang kata yang terlibat disusun sesuai dengan setiap kata juga termasuk ke dalam kelas atau kategori serta memiliki fungsi dalam kalimat dari rentetan kata juga akan memnentukan jenis kalimat yang merupakan satuan sintaksis yang telah disusun dari konstituen dasar, pada umumnya barupa klausa, yang telah dilengkapi dengan konjungsi jika diperlukan, serta disertai dengan intonasi kalimat memang sangatlah penting karena harus mampu menyampaikan informasi, menanyakan hal, bahkan untuk mengekspresikan emosi yang sedang Kalimat Menurut Para AhliCiri Ciri KalimatUnsur Unsur KalimatCiri dan Contoh dari Masing Masing Unsur Kalimat1. Subjek/Subyek S2. Predikat P3. Objek O4. Pelengkap5. Keterangan KJenis Keterangan1. Keterangan Waktu2. Keterangan Tempat3. Keterangan Cara4. Keterangan Sebab5. Keterangan Tujuan6. Keterangan Aposisi7. Keterangan Tambahan8. Keterangan PewatasStruktur KalimatJenis Kalimat1. Kalimat Dilihat dari Segi MaknanyaA. Kalimat BeritaB. Kalimat PerintahC. Kalimat Perintah TaktransitifD. Kalimat Perintah Transitif AktifE. Kalimat Perintah Bentuk PasifF. Kalimat TanyaG. Kalimat Seru2. Berdasarkan Diathesis KalimatA. Kalimat AktifB. Kalimat Pasif3. Berdasarkan Urutan KataA. Kalimat NormalB. Kalimat InverseC. Kalimat MinorD. Kalimat Mayor4. Berdasarkan Struktur GramatikalnyaA. Kalimat TunggalB. Kalimat Majemuk5. Berdasarkan Unsur KalimatA. Kalimat LengkapB. Kalimat tidak Lengkap6. Berdasarkan PengucapanA. Kalimat LangsungB. Kalimat Tak LangsungFungsi KalimatPengertian Kalimat Menurut Para AhliPengertian kalimat menurut pendapat Keraf 1984156 mendefinisikan kalimat sebagai satu bagian dari ujaran yang didahului dan diikuti oleh kesenyapan, sedang intonasinya menunjukkan bagian ujaran itu sudah kalimat menurut pendapat Dardjowidojo 1988 254 menyatakan bahwa kalimat ialah bagian terkecil dari suatu ujaran atau teks wacana yang mengungkapkan pikiran yang utuh secara kalimat menurut pendapat Slamet Muljana 1969 menjelaskan kalimat sebagai keseluruhan pemakaian kata yang berlagu, disusun menurut sistem bahasa yang bersangkutan; mungkin yang dipakai hanya satu kata, mungkin kalimat menurut pendapat Kridalaksana 200192 kalimat sebagai satuan bahasa yang secara relatif berdiri sendiri, mempunyai pola intonasi final, dan secara aktual maupun potensial terdiri dari klausa; klausa bebas yang menjadi bagian kognitif percakapan; satuan proposisi yang merupakan gabungan klausa atau merupakan satu klausa, yang membentuk satuan bebas; jawaban minimal, seruan, salam, dan ahli tata bahasa tradisional di dalam buku Chaer 1994240, “kalimat adalah susunan kata-kata yang teratur yang berisi pikiran yang lengkap”.Menurut pendapat Alwi dkk., 2000311, “Dalam wujud tulisan, kalimat diucapkan dalam suara naik-turun dan keras-lembut disela jeda, diakhiri intonasi akhir yang diikuti oleh kesenyapan yang mencegah terjadinya perpaduan, baik asimilasi bunyi maupun proses fonologis lainnya”.Selain itu, terdapat pula pengertian kalimat yang ada di dalam Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia 1988Menyebutkan bahwa kalimat adalah bagian terkecil ujaran atau teks wacana yang mengungkapkan pikiran yang utuh secara wujud lisan, kalimat diiringi oleh alunan titinada, disela oleh jeda, diakhiri oleh intonasi selesai, dan diikuti oleh kesenyapan yang memustahilkan adanya perpaduan atau asimilasi wujud tulisan, kalimat dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik, tanda tanya, atau tanda kalimat dalam ragam resmi, baik lisan maupun tertulis, harus memiliki sebuah subjek S dan sebuah predikat P.Kalau tidak memiliki kedua unsur tersebut, pernyataan itu bukanlah kalimat melainkan hanya sebuah frasa. Itulah yang membedakan frasa dengan kalimat.[1]Dari rumusan itu bias disimpulkan, bahwa yang penting atau yang menjadi dasar kalimat adalah konstituen dasar dan intonasi final, sebab konjungsi hanya ada kalo diperlukan. Konstituen dasar itu biasanya berupa pada sebuah klausa diberi intonasi final, maka akan terbentuk kalimat rumusan itu, bisa disimpulkan pula,bahwa konstituen dasar itu bisa juga tidak berupa klausa karena dikatakan biasanya berupa klausa, melainkan bisa juga berupa kata atau mungkin status kekalimatannya tidak sama. Kalimat yang konstituen dasarnya berupa klausa tentu saja menjadi kalimat mayor atau kalimat yang konstituen dasarnya berupa kata atau frasa tidak dapat menjadi kalimat bebas melainkan hanya menjadi kalimat terikat. [2]Jika kita perhatikan baik-baik, konstituen yang terbentuk di dalam inti kalimat di dalam Bahasa Indonesia, akan nampak salah satu konstituen yang memegang peranan penting dibandingkan yang itu seolah-olah akan menentukan konstituen lainnya yang mana boleh atau harus muncul di dalam suatu yang memiliki peranan besar tersebut disebut sebagai pusat, sedangkan konstituen yang muncul lainnya disebut sebagai dalam kalimat yang menggunakan verba, pusat merupakan verba, sementara pendamping merupakan nomina.[1] Harimurti Kridalaksana, Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia cetakan ke III, Jakarta Balai Pustaka Abdul Chaer, Linguistik Umum, 2012, Jakarta Rineka Cipta bahasa lisan diawali dengan kesenyapan serta diakhiri dengan kesenyapan pula. Pada bahasa tulis diawali dengan huruf kapital dan diakhiri dengan titik., tanda Tanya?, serta tanda seru!.Kalimat aktif minimal terdiri dari subyek dan juga transitif disertai dengan objek, predikat intransitive bisa disertai dengan anggapan yang urutan yang logis di setiap kata maupun kelompok kata yang dimana mendukung fungsi SPOK dan disusun ke dalam satuan sesuai dengan satuan makna, ide, atas pesan yang paragraf yang terdiri dari dua kalimat atau lebih, kalimat-kalimat tersebut disusun ke dalam satuan makna pikiran yang saling berkaitan. Hubungan dijalin melalui konjungsi, pronominal/kata ganti, repetisi/struktur Unsur KalimatDalam setiap kalimat tentunya memiliki suatu unsur dalam penyusunan gabungan unsur-unsur kalimat tersebut nantinya akan membentuk suatu kalimat yang memiliki unsur-unsur dalam suatu kalimat seperti berikut iniSubjek/Subyek SPredikat PObjek/Obyek OPelengkapKeterangan KCiri dan Contoh dari Masing Masing Unsur Kalimat1. Subjek/Subyek SSubjek merupakan unsur pokok yang terdapat dalam suatu kalimat, disamping dari unsur dalam pola penulisan kalimat bahasa Indonesia, pada umumnya subjek terletak sebelum predikat, kecuali jenis kalimat umumnya, subjek berwujud nomina. Maka perhatikan contoh berikutMereka datang dari Bieber merupakan penyanyi asal pergi ke contoh kalimat tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa kata mereka, Justin Bieber, dan Bambang merupakan hanya itu, terdapat juga subjek yang bukan merupakan nomina. Maka perhatikan contoh berikutBerwudhu harus dilakukan sebelum menjalankan adalah sebuah hati dapat dialami oleh semua subjekMenjawab pertanyaan “apa” atau “siapa”Diikuti dengan kata “itu”Diawali dengan kata “bahwa”Memiliki keterangan pewatas “yang” konjungsi dengan menggunakan kata “yang”Tidak diawali dengan preposisi seperti “dari”, “dalam”, “di”, “ke”, “kepada”, “pada”.Berupa Nomina atau Frasa Nominal2. Predikat PSama halnya dengan subjek, predikat juga merupakan unsur utama dalam suatu kalimat di samping subjek yang merupakan inti dari sebuah yang dapat mengisi predikat dapat berupa kata, sebagai contoh verba, adjektiva, atau nominal, numeral serta hanya itu, adapun frasa, sebagai contoh frasa verbal, frasa adjektival, frasa nominal, frasa numeralia bilangan.Simak contoh kalimat sebagai berikutGilang bermain gitar di lantai memasak sedang melihat game contoh tersebut, maka kata bermain , memasak, dan melihat merupakan sebuah predikatMenjawab pertanyaan “mengapa” dan “ berupa kata “ialah” atau “adalah”.Ingkaran dapat diwujudkan dengan kata “tidak”Bisa diikuti dengan kata-kata aspek atau modalitas, contoh “telah”, “sudah”, “sedang”, “belum”, “akan”, “ingin”, “hendak”, “mau”, dan lain Objek OObjek bukan merupakan unsur wajib yang harus ada di dalam sebuah objek biasanya terdapat setelah predikat dengan kategori verbal transitif kalimat aktif transitif yang minimal memiliki tiga unsur utama SPO.Dalam kalimat aktif, objek akan berubah menjadi subjek jika kalimatnya objek yang ada dalam kalimat pasif akan menjadi subjek jika kalimatnya menjadi kalimat umumnya, objek berkategori nomina. Perhatikan contoh objek dalam suatu kalimatLaras bermain membeli sebuah itu memakan kalimat di atas, kata slime, sebuah boneka, dan pelet merupaan sebuah objekBerada di belakang berubah menjadi subjek dalam kalimat didahului dengan preposisi,Diawali dengan kata “bahwa”4. PelengkapObjek dan pelengkap mempunyai sebuah kaliam, keduanya memiliki kesamaan yaitu bersifat wajib ada sebab untuk melengkapi makna verba predikat kalimat, menempati posisi dibelakang predikat serta tidak didahului keduanya terletak dalam kalimat pasif. Dalam kalimat pasif, pelengkap tidak menjadi ada objek dan juga pelengkap di dalam kalimat aktif, objeklah yang akan menjadi subjek kalimat pasif, bukan contoh dari kalimat pelengkapGilang selalu ingin berbuat Aji tersandung itu terbuat dari pelengkapBerada dibelakang didahului tersebut sama dengan objek. Hanya saja, objek berada langsung dibelakang kalimat, sementara pelengkap masih bisa disisip dengan unsur lainnya, yakni ada pada kalimat di bawah iniAnggi mengirimi Sri buku membelikan Ayahnya sepatu buku baru dan sepatu baru berfungsi sebagai pelengkap serta tidak mendahului Keterangan KKeterangan adalah sebuah unsur kalimat yang menjelaskan lebih lanjut mengenai sesuatu yang tertera di dalam sebuah keterangan akan memberikan informasi mengenai tempat, waktu, cara, sebab, dan juga dapat berwujud kata, frasa, atau anak yang berwujud frasa ditandai dengan preposisi. Seperti di, ke, dari, dalam, pada, kepada, terhadap, tentang,oleh, dan yang berwujud anak kalimat ditandai dengan konjungsi kata penghubung.Seperti ketika, karena, meskipun,supaya, jika, dan keteranganBukan termasuk ke dalam Unsur Utama tidak bersifat wajib seperti subjek, predikat, objek dan pelengkap .Tidak terikat dengan posisi mempunyai kebebasan tempat diawal/diakhir , atau diantara subjek dan predikat.Jenis KeteranganKeterangan dapat dibedakan berdasarkan fungsi atau perannya di dalam suatu kalimat. Simak ulasan di bawah1. Keterangan WaktuKeterangan waktu dapat berwujud kata, frasa, atau anak waktu berupa kata merupakan kata yang menyatakan waktu, contoh kemarin, besok, sekarang, kini, lusa, siang, dan juga waktu berupa frasa adalah untaian kata yang juga menyatakan waktu, contoh kemarin pagi, hari Senin, 7 Mei, dan juga minggu keterangan waktu berupa anak kalimat ditandai dengan adanya konjungtor yang juga menyatakan setelah, sesudah, sebelum, saat, sesaat, sewaktu, dan Bulan depan akan diadakan cuti Keterangan TempatKeterangan tempat berwujud frasa yang menyebutkan tempat dengan ditandai oleh preposisi, contoh di, pada, dan juga Justin Bieber akan mengadakan konser di New Keterangan CaraKeterangan cara dapat berwujud kata ulang, frasa, atau anak kalimat yang menjelaskan cara yang berwujud kata ulang adalah perulangan cara yang berwujud frasa ditandai dengan kata “dengan” atau “secara”.Keterangan cara yang berwujud anak kalimat ditandai dengan kata “dengan” dan “dalam”.Contoh Ibu memotong ikan dengan menggunakan pisau Keterangan SebabKeterangan sebab berwujud frasa dan anak sebab yang berwujud frasa ditandai dengan adanya kata “karena” atau “lantaran” yang diikuti dengan nomina atau frasa sebab yang berwujud anak kalimat ditandai dengan adanya konjungtor “karena” atau “lantaran”.Contoh Bapak menyuruhku menjauhi Gilang karena tidak berperilaku Keterangan TujuanKeterangan tujuan dapat berupa frasa ataupun anak tujuan yang berwujud frasa ditandai dengan kata “untuk” atau “demi”.Sementara keterangan tujuan yang berupa anak kalimat ditandai dengan adanya konjungtor supaya, agar, dan Sebelum berangkat ke Jakarta, Gilang memeluk ibunya supaya hatinya Keterangan AposisiKeterangan aposisi akan memberikan penjelasan nomina, contoh subjek atau ditulis, keterangan aposisi diapit dengan tanda koma, tanda pisah –, atau tanda Dosen saya, Bapak Sudarso, terpilih menjadi dosen Keterangan TambahanKeterangan tambahan akan memberikan penjelasan nomina subjek ataupun objek. Namun berbeda halnya dengan keterangan aposisi bisa menggantikan unsur yang diterangkan. Sementara keterangan tambahan tidak bisa menggantikan unsur yang Gilang, mahasiswa tingkat dua, mendapatkan beasiswa ke luar Keterangan PewatasKeterangan pewatas ini akan memberikan pembatas antara nomina. Contoh subjek, predikat, objek, keterangan, dan juga keterangan tambahan bida dihilangkan, maka keterangan pewatas ini tidak dapat Mahasiswa yang mendapatkan IP tiga lebih akan mendapatkan beasiswa KalimatSemua kalimat yang biasa kita gunakan, beberapa diantaranya berasal dari struktur ataupun pola dari kalimat dasarnya dengan kebutuhan tiap individu, kalimat dasar tersebut dapat dikembangkan lagi berdasarkan dengan kaidah yang pola dasar dari kalimat bahasa Indonesia, yakni1. Kalimat dasar berpola SPKalimat dasar berpola SP hanya memiliki dua unsur yakni subjek dan umumnya, predikat dapat berupa kata kerja, kata benda, kata sifat, maupun kata Mobil itu besarMobil itu sebagai subjek, dan besar sebagai Kalimat dasar berpola SPOPola kalimat SPO biasa digunakan di dalam kehidupan Gilang mengemudikan sebagai subjek, mengemudi sebagai predikat, dan mobil sebagai Kalimat dasar berpola SPPelContoh Keluarganya pergi merupakan subjek, pergi sebagai predikat, dan liburan sebagai Kalimat dasar berpola SPOPelContoh Supir taxi mengemudikan taxinya taxi sebagai subjek, mengemudikan sebagai predikat, taxinya sebagai objek, dan ugal-ugalan sebagai Kalimat dasar berpola SPKContoh Gilang bermain malam sebagai subjek, bermain sebagai predikat, dan malam hari sebagai Kalimat dasar berpola SPOKContoh Setiawan mencuci bajunya pagi sebagai subjek, mencuci sebagai predikat, bajunya sebagai objek, pagi tadi sebagai Kalimat dasar berpola S-P-O-Pel-KKalimat dasar dengan pola ini memiliki unsur subjek, predikat, objek, pelengkap, dan juga dapat berwujud nomina atau frasa nominal, predikat berwujud verba dwitransitif, objek berwujud nomina atau frasa nominal, pelengkap berwujud nomina atau frasa nominal serta keterangan berwujud frasa Bapak membelikan Gilang sepatu olahraga di Moro Kalimat dasar berpola dasar dengan menggunakan pola ini memiliki unsur subjek, predikat, pelengkap serta pola ini, subjek berwujud nomina atau frasa nominal, predikat berwujud verba intransitif, kata sifat serta pelengkap berwujud nomina atau adjektiva dan juga keterangan berwujud frasa Aku sedih ketika kamu masuk rumah KalimatJenis kalimat dapat dibedakan berdasarkan berbagai kriteria atau sudut sebab itu, dalam kepustakaan linguistik serta beberapa buku tata bahasa bisa kita dapati banyak sekali istilah untuk menamakan jenis-jenis jenis-jenis kalimat, simak ulasan di bawah1. Kalimat Dilihat dari Segi MaknanyaJika ditinjau dari segi maknanya atau nilai komunikatifnya, maka kalimat dibagi menjadi lima kategori yakni kalimat berita, perintah, tanya, seru, dan kalimat lebih jelasnya perhatikan penjelasan di bawahA. Kalimat BeritaKalimat berita juga sering disebut sebagai kalimat deklaratif, yang merupakan kalimat yang isinya memberitakan sebuah informasi kepada sang pembaca ataupun pada suatu hari, kita dapati sedang bercerita mengenai suatu kecelakaan yang kita tahu, maka kita sedang memberitakan kejadian kalimat beritaTadi pagi ada kecelakaan di depan yang terjadi tadi pagi mengakibatkan kemacetan yang cukup yang terjadi di Pekalongan tingginya hingga selutut orang kebakaran di daerah Jakarta kita lihat, contoh kalimat berita di atas sangat bermacam-macam. Ada yang menampakan inversi, ada yang berbentuk pasif, dan jika dilihat dari nilai komunikatifnya, kalimat tersebut semuanya sama yakni merupakan sebuah kalimat dapat disimpulkan bahwa kalimat berita dapat berbentu apa saja, asal isinya mengandung suatu dituliskan, kalimat berita harus selalu diakhiri dengan tanda dalam bentuk lisan, kalimat berita diakhiri dengan nada yang cenderung Kalimat PerintahKalimat perintah juga disebut sebagai kalimat imperatif yang merupakan kalimat yang artinya mampu memberikan perintah untuk melakukan suatu umumnya, kalimat perintah memiliki bentuk taktransitif atau transitif baik aktif maupun pasif.Kalimat yang predikatnya adjektiva terkadang bisa juga mempunyai bentuk perintah, tergantung pada macam jika kalimat yang bukan verbal atau adjektival tidak mempunyai bentuk kalimat perintahBuatlah suatu kalimat dengan pola SPOK!Tutuplah pintu itu!Jika dituliskan, kalimat perintah seringkali diakhiri dengan tanda seru !, meski tanda titik juga bisa dalam bentuk lisan, nada yang dilontarkan agak naik Kalimat Perintah TaktransitifAdapun kaidah yang diikuti dalam membuat kalimat perintah traktransitifMenghilangkan subjek, biasanya dapat berupa pronomina persona bentuk verba seperti apa partikel –lah jika dikehendaki untuk sedikit memperhalus berjalan kakilah sekali-kali!Naiklah sepeda sekali-kali!Berliburlah ketempat nenekmu!Baik verba traktransitif yang berwujud kata dasar naik, ataupun yang turunan berlibur, tidak mengalami perubahan Kalimat Perintah Transitif AktifKaidah yang digunakan untuk membuat kalimat perintah yang verbanya transatif aktif kaidahnya mirip dengan yang digunakan oleh kalimat perintah traktransitif kecuali mengenai bentuk kalimat transitif, verbanya harus diubah ke dalam bentuk perintah terlebih dahulu dengan menanggalkan prefiks meng- dari contoh kalimat berita dan perintahKamu Mencari pekerjaan apa saja kalimat berita.Carilah pekerjaan apa saja kalimat perintah.Kamu membelikan adikmu tas baru kalimat berita.Belikanlah adikmu sepatu baru kalimat perintah.Perlu diperhatikan bahwa yang dihilangkan hanya prefiksnya saja, sementara sufiksnya masih tetap prefiksnya disusun atas dua unsur, seperti memper- atau member- , maka hanya mem-nya yang Kalimat Perintah Bentuk PasifKalimat perintah juga dapat disampaikan ke dalam bentuk pasif. Bentuk verba yang digunakan masih tetap dalam keadaan pasif. Sementara urutan katanya tidak dituliskan, kalimatnya akan disertai penggunaan tanda seru !.Sementara jika diucapkan, maka nada yang digunakan cenderung kalimat perintah bentuk pasifKontrak itu harus dikirim sekarang!Surat harus diketik serapi-rapinya, ya!Pemakainan kalimat perintah bentuk pasif di dalam bahasa Indonesia sangatlah umum tersebut berhubugan dengan keinginan si pembicara untuk meminta seseorang melakukan sesuatu untuknya, namun tidak dengan secara Kalimat PerintahDisamping kalimat bentuk pasif yang sebelumnya dibahas, dalam bahasa Indonesia juga terdapat sejumlah kata yang digunakan untuk menghaluskan tersebut diantaranya seperti coba, tolong, dan silahkan yang seringkali Ingkar pada Kalimat Perintah Kalimat perintah juga dapat dibuat menjadi bentuk ingkar dengan penggunaan kata “jangan”.Sebagaimana kata “tolong” dan “coba”, kata “jangan” juga diimbuhi dengan partikel -lah di dalam kalimat membuang sampah dekat-dekat dengan tiang listrik Kalimat TanyaKalimat tanya juga sering disebut sebagai kalimat interogatif, yang isinya kalimat dengan maksud untuk menanyakan sesuatu ataupun seseorang ingin mengetahui jawaban dari suatu hal, maka orang tersebut harus menanyakan kepada orang lain, dan kalimat yang digunakan orang tersebut adalah kalimat lima cara yang digunakan untuk membentuk sebuah kalimat tanyaMenambahkan kata urutan kata “bukan” atau “tidak”.Mengubah intonasi menggunakan kata Kalimat SeruKalimat seru juga disebut sebagai kalimat interjektif, yang merupakan kalimat untuk menyampaikan rasa kagum terhadap dalam penggunaannya menggunakan tanda Berdasarkan Diathesis KalimatA. Kalimat AktifKalimat aktif merupakan kalimat yang dimana subjeknya langsung melakukan pekerjaan terhadap umumnya, kata kerja yang digunakan ditandai dengan awalan tak sedikit, predikat di dalam kalimat aktif tidak disertai dengan imbuhan, sebagai contoh makan dan kalimat aktif Gilang menggunakan botol untuk menciptakan Kalimat PasifDalam kalimat pasif, kata kerja yang digunakan cenderung memakai kata di- atau kalimat pasif Bangunan disana dikerjakan dengan sangat baik oleh para arsitektur Berdasarkan Urutan KataA. Kalimat NormalKalimat berpola dasar yang dimana subjek pada kalimatnya mendahului Kalimat InverseKaliam inverse merupakan kalimat kebalikan dari kalimat normal. Dimana predikat yang digunakan mendahului Kalimat MinorKalimat minor memiliki satu inti fungsi kalimat minor contohnya kalimat tambahan, kalimat jawaban, kalimat salam, panggilan ataupun Kalimat MayorKalimat mayor hanya memiliki subjek dan predikat saja. Objek, pelengkap dan juga keterangan dapat ditambahkan sesuka halnya dengan yang ada di pola dasar Berdasarkan Struktur GramatikalnyaA. Kalimat TunggalDalam kalimat tunggal hanya memiliki subjek dan predikatnya dilihat dari unsur penyusunnya, maka kalimat yang panjang di dalam bahasa Indonesia dapat diubah ke dalam bentuk yang lebih kalimat tunggal Ibu-ibu bersalamanDapat kita lihat, pola kalimat di atas hanya memiliki subjek dan predikat saja, sehingga dapat dikategorikan ke dalam kalimat Kalimat MajemukDalam kehidupan sehari-hari, tak jarang kita menggabungkan beberapa pertanyaan ke dalam satu kalimat guna memudahkan dalam hal menghasilkan penggabungan struktur kalimat yang di dalamnya terdapat beberapa kalimat itulah yang disebut sebagai kalimat majemuk juga terbagi ke dalam beberapa jenis, diantaranya sebagai berikut1. Kalimat Majemuk SetaraStruktur dari kalimat majemuk setara memiliki dua atau lebih kalimat tunggal yang apabila dipisahkan dapat berdiri penghubung atau konjungsi yang digunakan kalimat majemuk setara pada umumnya menggunakan kata dan, serta, tanda koma ,, tetapi, lalu, kemudian, kalimat majemuk setara Indonesia tergolong negara berkembang tetapi Singapura telah digolongkan negara Kalimat Majemuk BertingkatKalimat majemuk bertingkat memiliki dua kalimat yang satunya sebagai induk kalimat yang dapat berdiri sendiri atau bebas serta anak kalimat kebalikan dari induk penghubung atau konjungsi yang digunakan kalimat majemuk bertingkat yakni ketika, sejak, karena, oleh sebab itu, hingga, sehingga, maka, jika, asalkan, apabila, meskipun, walaupun, andai kata, seandainya, agar supaya, seperti, kecuali, kalimat majemuk bertingkat Ilmuwan masih saja mencari asal usul bulan induk kalimat meskipun hingga sekarang masih belum ada kepastian yang jelas anak kalimat.3. Kalimat Majemuk CampuranKalimat majemuk campuran merupakan dua jenis kalimat majemuk setara dan bertingkat yang digabungkan menjadi satu kalimat majemuk campuran Sebab hujan turun dengan derasnya, mereka tidak dapat pulang dan menunggu di Berdasarkan Unsur KalimatA. Kalimat LengkapKalimat lengkap mengikuti pola dasar dari suatu kalimat baik yang sudah dikembangkan ataupun unsur-unsurnya juga jelas. Sehingga dapat mudah kalimat lengkap Warna hijau melambangkan Kalimat tidak LengkapKalimat tidak lengkap atau tidak sempurna ini hanya mempunyai salah satu dari unsurnya umumnya, kalimat seperti ini hanya berupa semboyan, salam, perintah, pertanyaan, ajakan, jawaban, setuan, larangan, sapan dan lain kalimat tidak lengkap Kapan pulang?Pelajari juga Kalimat Efektif yang tentunya akan semakin melengkapi materi pembelajaran kalian!6. Berdasarkan PengucapanA. Kalimat LangsungKalimat langsung secara detail menirukan sesuatu yang disampaikan orang lain. Tanda baca kutip juga digunakan dalam penulisan kalimat dalam kalimat langsung dapat berupa kalimat tanya, kalimat berita ataupun kalimat kalimat langsung “Letakkan sapumu!” bentak pak Kalimat Tak LangsungKalimat yang melaporkan kembali mengenai kalimat yang disampaikan orang lain. Kutipan dalam kalimat tak langsung semuanya berbentuk kalimat tak langsung Bapak Gilang berkata padaku bahwa lebih baik membaca daripada KalimatFungsi dari kalimat tersusun atas subjek, predikat, objek, keterangan, dan juga lebih jelasnya, perhatikan ulasan berikut ini1. SubjekSubjek merupakan sebuah pokok kalimat. Fungsi dalam subjek bisa dicari dengan pertanyaan “Siapa/Apa yang dibicarakan oleh kalimat ini?”Subjek berjenis kata benda atau frasa benda, karena definisi subjek merupakan sesuatu yang disebutkan oleh PredikatPredikat merupakan keterangan langsung terhadap suatu subjek. Predikat bisa ditemukan dengan pertanyaan “Ada apa dengan subjek? Apa yang dilakukan subjek? Bagaimana keadaan subjek?”3. ObjekObjek merupakan bagian dari kalimat yang bida diubah menjadi subjek dengan cara dipasifkan ataupun bisa ditemukan dengan memasifkan atau mengaktifkan sebuah yang berubah menjadi subjek merupakan KeteranganKeterangan merupakan bagian sifatnya ciri dari keterangan yakni bida dipindahkan dengan melewati subjek serta predikat, tanpa mengubah arti dari kalimat itu PelengkapPelengkap bentuknya menyerupai ciri pelengkap yakni tidak bisa dipindahkan atau melompati subjek dan predikat serta tidak dapat diubah menjadi ulasan mengenai kalimat, semoga dapat membantu kegiatan belajar kalian.
Kalimat merupakan hal- hal yang kita ucapkan sehari-hari. Ketika Anda berbicara, Anda akan mengucapkan deretan kalimat yang berbagai bentuk, bisa kalimat tanya, bisa kalimat perintah, bahkan kalimat bahasa baku. Kalimat yang Anda ucapkan pasti disesuaikan dengan kebutuhan dan situasi yang tengah berlangsung. Penggunaan kalimat yang baik dan tepat akan memudahkan sampainya pesan Anda kepada orang lain dan akan menghindari kesalahpahaman. Nah, bentuk-bentuk kalimat dipelajari sejak Anda duduk di bangku SD. Namun mungkin masih banyak yang lupa dan belum mengerti mengenai kalimat. Untuk itu silakan simak penjelasan berikut. Pengertian Kalimat Kalimat merupakan susunan kata-kata yang membentuk arti dan terdiri dari minimal subjek dan predikat. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia KBBI Online, kalimat adalah kesatuan ujar yang mengungkapkan suatu konsep pikiran dan perasaan, Arti lainnya adalah perkataan. Masih menurut KBBI, arti kalimat adalah satuan bahasa yang berdiri sendiri, mempunyai pola intonasi final dan secara aktual atau potensial yang terdiri atas klausa. Para ahli bahasa juga menjabarkan arti kalimat. Gorys Keraf misalnya mengatakan kalimat adalah bagian dari ujaran yang didahului oleh kesenyapan, sedang intonasinya menunjukkan bagian ujaran itu sudah lengkap. Sementara Slamet Muljana 1969 menyebut kalimat adalah keseluruhan pemakaian kata yang berlagu, disusun menurut sistem bahasa yang bersangkutan; mungkin yang dipakai hanya satu kata, ataulebih. Serta menurut Dardjowidojo, kalimat adalah bagian terkecil dari suatu ujaran atau teks wacana yang mengungkapkan pikiran yang utuh secara ketatabahasaan. Unsur Kalimat Kalimat terdiri dari kata atau klausa yang minimal membentuk subjek dan predikat. Untuk kalimat lengkap terdiri dari Subjek + Predikat + Objek + Keterangan SPOK. – Subjek dalam kalimat unsur pokok yang terdapat dalam suatu kalimat, disamping dari unsur predikat. Dalam pola penulisan kalimat bahasa Indonesia, pada umumnya subjek terletak sebelum predikat, terkecuali kalimat inversi. Contoh 1. Avicena adalah ilmuwan dan filsuf kondang Di kalimat ini, yang di posisi subjek adalah Avicena, 2. Ia mengaji Di kalimat ini, yang di posisi subjek adalah “Ia”. Kalimat ini juga hanya terdiri dari subjek dan predikat. Meski tidak ada objek, tetap bisa disebut kalimat. – Predikat adalah unsur utama dalam suatu kalimat di samping subjek dan juga inti dari sebuah kalimat. Biasanya, unsur yang mengisi predikat adalah kata atau frasa seperti verba, adjektiva kata sifat, atau nominal, numeral serta preposisional. Contoh 1. Omar adalah anak Hariman Di kalimat ini Omar adalah Subjek dan adalah merupakan predikat. Sedangkan “anak Hariman” adalah nomina yang menjadi objek. 2. Ombun bermain dengan ular Di kalimat itu Ombun merupakan subjek, sedangkan bermain merupakan predikat verba. – Objek merupakan kata yang terkena aksi subjek secara langsung. Objek ini merupakan unsur yang tidak wajib ada dalam kalimat. Dalam kalimat aktif letak objek adalah setelah predikat. Dalam kalimat pasif, objek akan berubah menjadi subjek. Objek pada umumnya juga merupakan frasa nomina. Contoh 1. Ia mengaji Alquran Dalam kalimat ini klausa yang berperan sebagai objek adalah Alquran. Alquran terkena aksi langsung oleh subjek yakni ia. 2. Pak Karno mencangkul ladangnya setiap hari Dalam kalimat ini, “ladangnya” merupakan objek yang terkena aksi langsung oleh perbuatan subjek yakni Pak Karno. – Keterangan adalah unsur kalimat yang menjelaskan lebih lanjut mengenai sesuatu yang tertera di dalam sebuah kalimat. Keterangan ini bisa menggambarkan tempat, waktu, alat, cara, sebab hingga tujuan. Contoh 1. Fariz terjatuh ke parit saat main hujan Dalam kalimat itu keterangan tempat adalah “ke parit” dan “saat main hujan” adalah keterangan waktu. 2. Mereka menjawab semua soal dengan teliti Nah pada kalimat ini yang merupakan keterangan adalah “dengan teliti”. Keterangan dalam kalimat itu menjelaskan cara. Ciri Sebuah Kalimat 1. Penulisannya diawali dengan huruf kapital dan diakhiri dengan titik, tanda tanya atau tanda seru. 2. Minimal terdiri dari subyek dan predikat S+P 3. Urutan SPOK terlihat jelas dan logis. 4. Setiap kata maupun kelompok kata yang dimana mendukung fungsi SPOK dan disusun ke dalam satuan sesuai dengan fungsinya. 5. Mengandung satuan makna, ide, atas pesan yang jelas. Jenis Kalimat Kalimat Dilihat dari Segi Maknanya Jika ditinjau dari segi maknanya atau nilai komunikatifnya, kalimat ada lima kategori yakni kalimat berita, perintah, tanya, seru, dan kalimat emfatik. 1. Kalimat Berita Kalimat berita juga sering disebut sebagai kalimat deklaratif, yang merupakan kalimat yang isinya memberitakan sebuah informasi kepada sang pembaca ataupun pendengar. Contoh kalimat berita – Tadi pagi ada kecelakaan di depan sekolah. – Setiap sore bukit ini dikepung kawanan bodat – Hujan semalaman membuat Medan kebanjiran 2. Kalimat Perintah Kalimat perintah juga disebut sebagai kalimat imperatif yang merupakan kalimat yang artinya mampu memberikan perintah untuk melakukan suatu hal. Secara umum, kalimat perintah bisa berbentuk taktransitif atau transitif baik aktif maupun pasif. Tak hanya verba, kalimat perintah juga bisa diisi adjektiva tertentu sesuai kebutuhan. Dan jika kalimat yang bukan verbal atau adjektival tidak mempunyai bentuk perintah. Contoh kalimat perintah – Tutuplah pintu itu! – Angkat kakimu 3. Kalimat Tanya Kalimat tanya sering disebut sebagai kalimat interogatif. Isinya kalimat dengan maksud untuk menanyakan sesuatu ataupun seseorang. Jika seseorang ingin mengetahui jawaban dari suatu hal, maka orang tersebut harus menanyakan kepada orang lain, dan kalimat yang digunakan orang tersebut adalah kalimat tanya. Contoh Siapa yang mengambil kapur di kelas? 4. Kalimat Seru Kalimat seru adalah kalimat untuk menyampaikan rasa kagum terhadap sesuatu. Kalimat ini juga disebut sebagai kalimat interjektif. Biasanya ada tanda seru di akhir kalimat. Contoh – Wow, kamu cantik sekali! – Astaga, sungguh bejat lelaki itu! Berdasarkan Diathesis Kalimat 1. Kalimat Aktif Kalimat aktif adalah kalimat yang subjeknya langsung melakukan pekerjaan terhadap objeknya. Pada umumnya, kata kerja yang digunakan ditandai dengan awalan me-. Contoh – Tikus mencuri makanan di dapur – Kepsek memberi arahan terkait USBN – Mereka melihat ada murid yang merokok di kantin 2. Kalimat Pasif Kalimat pasif adalah kebalikan dari kalimat aktif. Dalam kalimat pasif, objek akan menjadi subjek dan kata kerja yang digunakan berawalan di atau ter-. Contoh – Makanan di dapur dicuri oleh tikus – Arahan terkait USBN diberikan oleh Kepsek – Murid yang merokok terlihat oleh mereka di kantin. Berdasarkan Urutan Kata 1. Kalimat Normal Kalimat berpola dasar yang dimana subjek pada kalimatnya mendahului predikatnya. 2. Kalimat Inverse Kalimat inverse adalah kebalikan dari kalimat normal. Dimana predikat yang digunakan mendahului objek. 3. Kalimat Minor Kalimat minor memiliki satu inti fungsi gramatikalnya. Bentuk kalimat minor contohnya kalimat tambahan, kalimat jawaban, kalimat salam, panggilan ataupun judul. 4. Kalimat Mayor Hanya memiliki subjek dan predikat saja. Objek, pelengkap dan juga keterangan dapat ditambahkan sesuka hati. Berdasarkan Struktur Gramatikalnya 1. Kalimat tunggal Yakni kalimat yang hanya memiliki subjek dan predikatnya saja. Contoh Sutris belajar 2. Kalimat Majemuk Kalimat yang didalamnya terdapat beberapa kalimat dasar. Penggabungan itulah yang disebut sebagai kalimat majemuk. Kalimat majemuk juga terbagi ke dalam beberapa jenis,yakni kalimat majemuk setara, bertingkat, dan campuran. Berdasarkan Pengucapan 1. Kalimat Langsung Kalimat langsung adalah kalimat yang isinya menirukan sesuatu yang disampaikan orang lain. Kalimat ini sering terdapat pada cerpen hingga artikel berita. Tandanya adalah menggunakan tanda kutip dan menunjukkan siapa yang mengucapkannya. Contoh – “Aku tak mau pulang,” ujar Tito saat dijemput ayahnya. – “Kami sudah tak lagi bersama,” kenangnya. 2. Kalimat Tak Langsung Kalimat ini melaporkan kembali mengenai kalimat yang disampaikan orang lain. Biasanya diawali dengan “Dia mengatakan….”, Ia berkata dan lainnya. Contoh; – Saat dijemput ayahnya, Tito mengatakan ia tak mau pulang. – Ia mengatakan mereka sudah tak lagi bersama. Demikian ulasan mengenai kalimat, mulai pengertian, ciri, struktur hingga jenis-jenisnya. Semoga bermanfaat. *
Pada kali ini akan membahas tentang struktur kalimat yang benar beserta contoh dan keterangan dari subjek, predikat, objek dan pelengkap atau keterangan, Untuk lebih jelasnya simak npembahasan dibawah ini Pengertian Struktur KalimatKeterangan SPOKContohContoh PolaShare thisRelated posts Pengertian Struktur Kalimat “Struktur kalimat ialah struktur yang membangun pada sebuah kalimat” Penyusunan kalimat yang benar adalah yang sesuai dengan aturan dalam penulisan Bahasa Indonesia. Penulisan kalimat yang benar diawali dengan huruf kapital atau huruf besar dan diakhiri dengan sebuah titik ., tanda tanya?, ataupun tanda seru!. Disesuaikan dengan kebutuhan pada penyusunan kalimat tersebut. Komposisi struktur kalimat yang benar adalah yang memuat sekurang-kurangnya yaitu subyek dan predikat. Kalimat yang memuat kedua komponen subjek dan predikat, disebut dengan kalimat lengkap. S = Subjek p = Predikat O = Objek K = Keterangan perlu diingat kembali bahwa struktur kalimat dibangun oleh unsur yang sifatnya relatif tetap, yaitu berupa subyek, predikat, obyek, pelengkap, dan keterangan. Keterangan SPOK Subyek adalah unsur yang memiliki fungsi sebagai pokok pembicaraan pada suatu kalimat, bsa berupa kata ataupun frase benda. Sebagian besar subyek ada di depan predikat. Namun, ada beberapa struktur kalimat yang meletakkan subyek setelah predikat . Jenis kalimat dengan struktur seperti ini disebut juga sebagai kalimat inversi. Predikat ialah unsur kalimat yang memiliki fungsi menjelaskan sebuah subyek. Karakteristik dari predikat bisa dilihat dari perannya dalam menjelaskan pekerjaan yang dilakukan subyek. Dalam susunan kalimat, predikat biasanya dipakai berupa kata kerja, baik aktif atau pasif. Obyek dan Keterangan Umumnya ada di belakang predikat. Kesamaan letak dari kedua jenis struktur kalimat ini membuat keduanya dianggap sama. Padahal berbeda. Perbedaan antara objek dan keterangan terletak pada perannya didalam kalimat pasif. Sebuah objek bisa menjadi subyek pada kalimat pasif. Namun, pelengkap tidak bisa menjadi subyek dalam kalimat pasif. Cara menguraian struktur kalimat pada contoh struktur kalimat yang benar. Ayah Budi sering menulis novel di ruang kerja Subjek = Ayah Budi adalah subyek yang melakukan kegiatan. Predikat = Ayah budi melakukan pekerjaan yaitu sering menulis, hingga jabatan kata sering menulis pada kalimat tersebut adalah predikat. Objek = Dalam kalimat ini, jabatan kata novel yaitu obyek. Keterangan = Karena kata novel bisa menjadi subyek pada kalimat pasif, yaitu Novel sering ditulis Ayah Budi di ruang kerja. Sedangkan jabatan untuk di ruang kerja merupakan keterangan, yaitu keterangan tempat. Contoh Pola Contoh Kalimat Berpola Subjek – Predikat Seperti yang sudah disinggung pada bagian atas. Struktur kalimat pada kalimat lengkap, minimal terdiri dari subyek S dan predikat P. Berikut adalah contoh struktur kalimat lengkap dengan komponen paling minimal, yaitu kalimat dengan pola Subjek dan Predikat. Kakak memasak. Ibu sedang makan. Teman bermain. Contoh Kalimat Berpola S – P – O Ibu memasak nasi goreng. Adik sedang makan buah jeruk Kakak bermain bola Contoh Kalimat Berpola S – P – K Ibu memasak dengan hati senang. Adik makan dengan lahap. Kakak bermain hingga lelah. Contoh Struktur Kalimat Berpola S – P – O – K Ibu memasak nasi goreng di dapur. Kakak sedang makan mangga di ruang makan. Kakak bermain catur pada malam hari. Demikianlah pembahasan tentang contoh struktur kalimat yang benar, Semoga bermanfaat bermanfaat Artikel lainya Teks Editorial Pengertian, Fungsi, Ciri-Ciri, Kaidah Dan Contoh Viskositas Dinamis dan Kinematis – Pengertian, Rumus, Contoh, Manfaat Lembaga Ekonomi – Pengertian, Fungsi, Bagian, Jenis, Ciri, Contoh
kalimat dengan struktur struktur kalimat saja disebut